Minggu, 12 Juni 2011

"si Hidung Panjang" dari Kalimantan

Bekantan merupakan sejenis kera yang mempunyai ciri khas hidung yang panjang dan besar dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Dalam bahasa ilmiah, Bekantan disebut Nasalis larvatus. Sementara dalam bahasa latin (ilmiah) Bekantan memiliki nama Nasalis larvatus, sedang dalam bahasa inggris disebut Long-Nosed Monkey atau Proboscis Monkey. Di negara-negara si hidung panjang ini memiliki sebutan unik  seperti Kera Bekantan (Malaysia), Bangkatan (Brunei), Neusaap (Belanda).
Masyarakat Kalimantan sendiri memberikan beberapa nama pada spesies kera berhidung panjang ini seperti Kera Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau.
 Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. Dalam bahasa Brunei (kxd) disebut bangkatan.
Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Kera Bekantan betina berukuran sekitar 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar (buncit). Perut buncit ini sebagai akibat dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya yang selain mengonsumsi buah-buahan dan biji-bijian mereka juga memakan dedaunan yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna.

di Tarakan, bekantan merupak fauna edemik yang sengaja di lestarikan oleh pemerintah kota dengan membagun Kawasan Wisata Konservasi Hutan Mangrove dan Bekantan yang terletak di jalan Gajah Mada, Kota Tarakan Kalimantan Timur.  kawasan magrove ini dibentuk sedemikian rupa menyerupai dengan habitat asli bekantan  dan merupakan objek wisata balajar bagi siapa saja yang ingin melihat fauna yang kini menjadi ikon kota Tarakan tersebut

ada tahun 1987 diperkirakan terdapat sekitar 260.000 Bekantan di Pulau Kalimantan saja tetapi pada tahun 2008 diperkirakan jumlah itu menurun drastis dan hanya tersisa sekitar 25.000.Bekantan (Nasalis larvatus) oleh IUCN Redlist sejak tahun 2000 dimasukkan dalam status konservasi kategori Endangered (Terancam Kepunahan) setelah sebelumnya masuk kategori “Rentan” (Vulnerable; VU). Selain itu Bekantan juga terdaftar pada CITES sebagai Apendix I (tidak boleh diperdagangkan secara internasional). maka dari itu Pemrintah Kota Tarakan terus menjaga kelestarian fauna unik ini hingga menjadi warisan bagi generasi kita nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar